KESAN RUMAH IDAMAN ANDA AKAN TERCIPTA DARI PROPORSI YANG INDAH PADA FASADE

Setelah kita telah memahami apa pengertian fasade, serta image apa yang ditimbulkan dari fasade. Maka hal yang paling harus kita ketahui sebelum merombak fasade rumah tinggal anda adalah bagaimana Menciptakan Proporsi pada Fasade Rumah anda?  yang akan melahirkan sebuah kesan/ image. Kesan/image yang akan ditampilkan dalam fasade anda mungkin beragam seperti bangunan anda terkesan lebar/luas, Kesan lebih tinggi dan sebagainya.  Nah bentuk-bentuk inilah yang akan berguna untuk menciptakan proporsi fasade sehingga akan tampak seimbang. Oke kali ini kita akan membahas bagaimana menesankan bangunan agar  lebih tinggi dan bagaimana pula mengesankan bangunan lebih lebar.

Kesan Agar Lebih Tinggi,

Sadar ataupun tidak dengan adanya penambahan unsur-unsur yang berbetuk vertical pada bangunan rumah tinggal anda akan menciptakan kesan bangunan rumah tinggal anda lebih tinggi. Terbukti dengan menambahkan jendela-jendela vertikal, missalnya. Fasade rumah anda terasa lebih tinggi. Kesan ini akan semakin kuat ketika bidang-bidang massif diaplikasikan secara konsisten pula, misalnya bidang massif tadi disusun dengan komposisi vertical, dinding digaruk secara vertical, kisi-kisi bambo/kayu tersusun vertical, dan lain-lain.

Bangunan dengan prporsi yang tinggi terlihat menyenangkan karena pengapat akan diberi kesan visual berupa ruang-ruang dalam yang legah dengan plafon yang tinggi. Kesan tersebut akan semakin terasa maksimal apabila memunculkan kesan vertical di dalam hunian.

Kemudian bagaimana jika bangunannya sudah terbangun, sementara Anda kurang sesuai dengan yang diinginkan? Apakah masih bias dirubah? Tentu! Anda tidak perlu khawatir karna anda dapat mengubah fasade rumah anda tanpa harus merombak/menghancurkan fasade yang sudah jadi. Elemen-elemen kisi-kisi  dengan mudahnya ditambahkan pada fasade rumah anda  sebagai kulit bangunan ke dua rumah tinggal anda. Dalam bahasa arsitektur sering disebut dengan sebutan Double Fasade. Sebenarnya bangunan dengan system ini memiliki kelebihan, antara lain. Fungsinya bias sebagai sun shading tambahan, sehingga dapat mengurangi silaunya sinar matahari, temperature ruangan akan berkurang fasadenya juga akan terlihat dinamis.

kesan vertikal diciptakan dari elemen solid bangunanselain bentuk,
warna primer  menjadikan  elemen vertikal yang kuat

Kesan Agar Lebih Lebar,

Jika unsur-unsur vertikal dapat menegesankan bangunan lebih tinggi, maka kesan lebar pun bisadi ciptakan dari unsur horizontal. Bila rumah tinggal anda terasa terlalu tinggi (kalau orang mungkin cungkring) proporsi antara lebar bangunan dan tinggi bangunan terlihat tidak proporsi. Nah, bidang horizontal ini akan membantu dalam mengatuur proporsi fasade anda. Hindari bentuk-bentuk  vertical. Jendela, misalnya, pilih jenela-jendela  tipis yang memanjang untuk mengganti jendela-jendela tinggi pada umumnya, jika memang bukaan terasa masih kurang di dalam ruangan, tiak ada salahnya menyusun jendela tersebut dengan pola horizontal -  kesan horizontal tercipta  dari kusen-kusen bangunannya.

Selain jendela, masih banyak lagi elemen arsitektur dari bangunan rumah tinggal yang bias dimunculkan dalam bentuk hosrisontal, misalnya kisi-kisi kayu ataupun bambo, bidang massif dari beton (topi-topi), railing, pasangan batu alam yang ditumpuk horizontal, dan lain-lain. Semua eleman tersebut dapat di susun dan dikombinasikan dalam  sebuah fasade yang utuh.

Kesan Horisontal kuat di bagian kulit bangunan
berupa beton garuk

Terlepas dari itu semua tentunya bentuk mendatar atau horizontal tetap dapat dipcapai pada bangunan yang fasadenya melebar. Secara arsitektural, dalam sebuah keharmonisan antara bentuk fasade dan elemen-elemen yang melekat  padanya akan  mempunyai nilai estetis tersendiri.

Fasade bangunan yang indah menampilkan citra yang Disukai.

Citra Bangunan yang Menarik Tampil dari Fasade yang Indah

Citra Bangunan adalah sebuah kesan/image yang bisa ditangkap pengamat ketika memandang sebuah sumber. Citra atau image ini bisa merupakan sebuah pesan/filosofi atau bahkan sebuah cerminan kegiatan yang ada dalam sebuah bangunan.

a)    Fasade

Fasade adalah wajah bangunan. Sebagai wajah, ia mewakili penampilan bangunan dari luar  yang dinikmati oleh pengamat yang ada disekitarnya atau yang melewati bangunan tersebut. (Imeda Akmal: Rumah Ide 2002)

Sesungguhnya, di balik wajah tersebut terdapat dua pemahaman perancangan fasade.

Pertama, pemahaman bahwa fasade adalah kulit. Artinya bisa berdiri sendiri sebagai sebuah permukaan terluar bangunan yang terpisah dari sisi bangunan. Pemahaman ini bisa mengelolah fasade dengan bebas tidak terikat dengan sisi bangunan. Filosofi dan fungsi dalam bangunan dilupakan, sementara “kulit”-nya diolah sedemikian rupa dalam ekspresi. Pemilihan warna dan material, juga metode yang begitu eksploratif, lebur dalam berbagai eksperimen inovatif.

Pemahaman kedua, wajah bangunan atau fasadeadalah sesuatu yang lahir dari dalam, dengan demikian ia tidak bisa lepas dari fungsi secara filosofi ruang dan baliknya. Dengan kata lain, tampilan luar adalah hasil eksekusi dari apa yang di baliknya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.